Retakan pada bagian dinding, meski kecil, bisa memicu potensi kerusakan yang lebih parah. Misalnya seperti air yang merembes, berkembangnya jamur, sampai berkurangnya kekuatan struktur. Sayangnya, banyak yang baru menyadari betapa pentingnya penggunaan pelapis dindingĀ yang tepat ketika masalah ini sudah muncul dan membesar.
Maka dari itu, mengetahui tips memilih pelapis dinding yang tepat bisa membantu Anda untuk mencegahnya.
Tips Memilih Pelapis Dinding agar Tidak Cepat Retak
Sebenarnya, ada beberapa tips dan langkah buat memilih pelapis tembok yang membuatnya tidak gampang retak. Apa saja?
1. Pilih Plesteran Rapi & Acian Halus
Pertama, Anda harus memilih plesteran dan acian yang halus. Hindari adukan yang terlalu encer atau terlalu tebal karena bisa memicu keretakan rambut setelah mengering. Aciannya juga jangan asal poles. Idealnya, ketebalan acian antara 3 – 5 mm agar cukup kuat untuk melindungi tembok dari cuaca ekstrim.
2. Pelapisnya Harus Punya Daya Elastisitas Tinggi
Keretakan sering terjadi karena tembok bergerak sedikit karena perubahan suhu. Bisa juga terjadi lantaran bangunan mulai memuai dan menyusut. Jika pelapisnya kaku, maka ia tidak akan mengikuti gerakan yang terjadi dan akhirnya menimbulkan retak.
Dengan demikian, Anda harus memastikan untuk memilih cat elastomeric berbasis akrilik yang memiliki kemampuan elastis. Tujuannya agar bisa mengikuti pergerakan dari tembok.
3. Pastikan Produknya Punya Ketahanan Terhadap Air
Bagian tembok yang lembab itu pasti lebih gampang retak. Apalagi jika air gampang meresap melalui lapisannya. Jadi, pilih juga produk pelapis yang benar-benar anti air atau waterproofing. Secara umum, Anda bisa memilih jenis waterproofing berbahan dasar styrene-acrylic atau cementitious (berbasis semen).
Kalau untuk interior lembab seperti kamar mandi maupun dapur, Anda bisa memilih cat dengan label moisture-resistant. Sedangkan untuk eksterior, maka pilih yang teruji water repellent atau waterproofing.
4. Prioritaskan Produk yang Tahan UV & Cuaca Ekstrim
Matahari bisa membuat tembok cepat memuai dan akhirnya membuat lapisan cat maupun acian kering lalu mengeras. Sebenarnya, ini juga bisa memicu keretakan.
Maka dari itu, cari produk yang jelas-jelas memiliki perlindungan UV pada spesifikasinya. Kalau mau pelapis dinding agar tidak cepat retak, pastikan hindari cat murah karena gampang pudar dan tidak tahan UV.
5. Cek Ketebalan & Daya Tutup Pelapis
Pelapis yang tipis sudah pasti gampang retak. Oleh karena itu, Anda harus membaca petunjuk produknya:
- Ketebalan lapisan kering (DFT) minimal 100-150 mikron setelah kering.
- Daya tutup baik akan membuat tembok lebih terlindungi.
Dengan begini, maka pelapis yang Anda pilih tidak akan gampang retak. Jika pun harus retak, mungkin waktunya lebih lama daripada ketika Anda memilih pelapis sembarangan.
